mobil-mobil meniupkan terompetnya, motor-motor berusaha menjadi belut diperempatan jalan raya.
aku hanya mengelilingi mereka, mengitari setiap jengkal tubuh mereka. wajah lusuh, tampang garang, tangan yang tak hentinya menekan mulut klakson sehingga mengeluarkan kentutan yang keras. aku hanya bisa tersenyum tanpa tersenyum. kugapai kulit mereka satu persatu lembut aku belai. mereka hanya diam dengan muka yang seperti lilin padam.
ditempatku lampu perempatan jalan sebaliknya. warna merah adalah jalan terus, warna putih adalah
